Trading dan Investasi
ad1
Iklan Gratis
Viral! Tukar Anus dan Memek Istri Ke Teman Gym 2
Piool.com - Budi setelah memarkir sedannya di garasi lalu menarik lenganku ke ruangan tengah dan langsung menciumiku. Aku yang belum terbiasa melakukannya di tempat terbuka agak kaget juga.
“Bud.., Bud, sabar.., ntar ketahuan orang lho..”, ujarku.Budi cuma tersenyum dan bilang, “Her.., ini rumah gue sendiri, dan gue cuman tinggal sendiri di sini.., nggak ada orang lain selain pembantu doang”. Sambil mulai membuka bajuku. Budi menciumi leherku dengan nafsu yang membara. Lidahnya yang licin dan lincah itu menari-nari di seputar leher dan telingaku. Membuatku langsung terangsang dan tanpa sadar aku merintih, “Ahh.., hh.., ss.., Bud.., yes.., nikmat Bud”, tangankupun tak mau kalah dengan membuka kancing demi kancing kemeja Budi. Kami telah bertelanjang dada, aku mulai menciumi leher Budi juga. Budi kelihatannya memberiku kesempatan untuk menjelajahi badannya yang sempurna itu.
Aku angkat badan Budi dan kubopong ke ruangan kamar tidur yang tak jauh dari ruang tengah itu. Kutidurkan Budi perlahan-lahan di atas spring bed. Lalu kututup pintu kamar dan kuredupkan lampu kamarnya. Aku mulai membuka sepatu dan celana jeansku. Budi memperhatikan gerakanku ini dan juga ikut membuka sepatu dan celananya. Saat aku mau membuka celana dalamku, Budi menarik tubuhku dan menindihnya. Rupanya Budi telah telanjang bulat dan penisnya telah begitu keras menekan perutku. Budi memandangiku”, Herry, gue sukai loe saat pertama gue masuk gym itu!”, katanya dengan lembut.
Tangannya dengan lembut membelai rambutku dan mengusap wajahku sambil masih menindih tubuhku. Baru ini aku tertegun, Budi yang selama beberapa menit yang lalu begitu kasar dan nafsu, kini begitu lembut. Budi lalu menundukkan kepalanya dan mendekatkan mulutnya ke mulutku. Sentuhan bibirnya yang basah membuatku otomatis membuka dan meyambut dengan ciuman. Lidahnya mulai menjelajah mulutku dan akupun tak mau ketinggalan. Kami berciuman dengan mesranya dan tanganku mengusap dan meraba punggung Budi.
Artikel Terkait
Ciuman mesra berubah menjadi nafsu yang membara, dengan merenggut rambutku, Budi menciumi wajahku dan leherku penuh nafsu. Jilatan lidahnya begitu maut, membuatku seakan berada di awan.., melayang. Hembusan nafasnya yang panas di telingaku membuat buluku berdiri.., merasakan nikmat yang sangat. Tangan Budi yang lain dengan nafsunya meremas-remas paha dan buah pantatku sambil tetap menekan nekankan penis tegangnya ke penisku yang juga telah mencapai ketegangan yang sangat keras sekali.
Budi dan aku merintih kenikmatan. Hampir semua bagian wajah dan leherku telah dijelajahi oleh ujung lidahnya yang basah itu, menimbulkan suara-suara yang merangsang.
“Ohh Bud.., nikmat Bud.., teruskan yeeaahh.., hh.., Bud.., teruskan Bud..”, rintihku.
“Ohh ok Her.., gue bikin eloe nikmat ntar.., sabar.., hh.., yess.., oohh”, rintih Budi sambil terus menjilati leherku. Budi makin bernafsu mendengar rintihanku. Lanjut baca!

Tidak ada komentar :
Posting Komentar
Leave A Comment...