Trading dan Investasi

ad1

Iklan Gratis

Kisah Wanita Minta di Entot Anal dan Anus

Kisah Wanita Minta di Entot Anal dan Anus

 Tradingan.com - Siang itu suasana kantor PT. ANGIN RIBUT begitu sepi. Di sebuah ruangan, di lantai dua, sang manajer, Ir Basmir namanya, tengah melamun. Sambil duduk dengan mengangkat kedua kakinya ke atas meja, ia terus saja berpikir. Ya, ia memang sedang kasmaran dengan seorang gadis. Gadis itu tak lain adalah Linda, bawahannya sendiri. Linda memang cantik dan seksi. Di usianya yang baru mencapai 28 tahun, tubuhnya memang sempurna dan menantang birahi setiap pria yang memandangnya. Terutama dadanya yang terlihat amat membusung indah. Linda ini sudah cukup lama bekerja di kantor itu. Ia kini menjadi Kepala Bagian Pemasaran dan Distribusi yang membawahi 70 orang karyawan. Berkali-kali Basmir mengajak Linda untuk makan malam, tetapi selalu ditolaknya. Berbagai alasan diutarakannya. Capailah, atau alasan lain, mungkin dia sudah punya pacar. Inilah yang membuat Basmir berpikir keras sejak tadi.


“Hmm.. gimana caranya supaya ia bisa takluk di pelukanku..? Nah.. aku tahu sekarang.. Aku akan menemui orang itu nanti malam..” tiba-tiba Basmir teringat seseorang yang mungkin menjadi satu-satunya harapan untuk mendapatkan Linda.
Dengan penuh semangat, ia mengemudikan mobilnya menuju sebuah hutan terpencil sekitar 15 kilometer dari rumahnya. Rupanya, orang yang ia tuju adalah seorang tua yang tidak lain adalah dukun ilmu hitam. Namanya Mbah Za’in. Orang ini terkenal di seantero kota itu sebagai dukun santet yang amat sakti. Apapun keinginan orang yang datang padanya pasti tercapai. Ia belum pernah gagal. Orang yang datang padanya tinggal memberinya upah, baik uang ataupun barang yang lain. Tidak jarang mereka menghadiahkan wanita untuk ditiduri oleh sang dukun. Tua-tua keladi, makin tua nafsunya makin jadi.

Saat Basmir sampai di rumah tua itu, segera saja ia mengetuk pintu.
“Siapa di situ?” terdengar suara Mbah Za’in dari dalam.
“Permisi, Mbah.. boleh saya masuk..?” teriak Basmir.
“Ya, silahkan..” jawab Mbah Za’in sambil membuka pintu kayu yang sudah agak reyot itu.
Setelah disuruh masuk, Basmir langsung duduk di ruangan tengah rumah tua itu yang penuh dengan bau kemenyan. Bulu kuduknya terasa mulai berdiri. Diperhatikannya seluruh isi ruangan itu. Memang menyeramkan suasananya. Ada tengkorak, kepala macan, kain-kain bergelantungan yang berwarna hitam dan merah darah, lalu seperti tempat pedupaan yang berada persis di hadapannya.

“Ada perlu apa, Nak Basmir malam-malam kemari..?” tiba-tiba Sang Dukun bertanya.
Basmir tentu saja kaget tidak kepalang. Ia tidak menyangka Mbah Zain mengetahui namanya. Benar-benar sakti.
“Eh.. anu Mbah.., saya butuh pertolongan.. saya suka dengan seorang gadis.. Linda namanya, kebetulan bawahan saya sendiri di kantor.. tapi saya selalu ditolaknya bila saya mengajaknya keluar makan malam.. Nah ini fotonya..” jawab Basmir dengan terbata-bata sambil mengeluarkan dari kantong kemejanya selembar foto close-up seorang gadis berambut panjang sebahu yang amat cantik.

“Oh begitu..” jawab Mbah Za’in sambil memegang foto itu dan kemudian mengelus-elus jenggot putihnya yang panjang.
“Bisa.. bisa.. tapi apa upahnya nanti kalo kau berhasil mendapatkan dia, heh..?”
“Jangan kuatir, Mbah.. Saya sediakan 100 juta rupiah buat Mbah.. dan kalo saya bisa mendapatkan dia malam ini juga, setengahnya saya berikan dalam bentuk cek sekarang juga.. Gimana Mbah..?”
“Baiklah..” jawab si dukun, “Kalo begitu buka pakaianmu.. kau cukup hanya mengenakan celana dalam saja, lalu duduklah dengan posisi bersila di hadapanku..” Lanjut baca!


Kisah Ngentot Wanita Anal Akibat Berbuat Baik

Kisah Ngentot Wanita Anal Akibat Berbuat Baik

 Iklans.com - Aku tinggal di salah satu kota di Canada, kira-kira sudah hampir 6 tahun. Aku tinggal sendiri di salah satu gedung apartemen dekat down town area. Kamarnya satu, ada ruang tamu, kitchen, balcon buat smoking, murah juga. Kadang teman-teman menginap, meminjam komputer, karena milikku pentium ii, dan semua software, games etc aku punya. Jadi mereka betah nginep di sofa, atau bawa sleeping bed. Also, aku punya 50 inch TV, DVD player, Video, games dan lain-lain, jadi tempat ini siip. Aku bukan orang yang berada banget, semua itu hadiah dari saudara-saudara yang ikut bahagia karena aku bisa sekolah disini. So, syukurlah.


Mungkin karena apartemen dan barang-barang electronic di rumahku, aku dikagumi wanita-wanita orang putih di sini. Dikira aku loaded banget, alias rich boy. Jadi banyak yang tidak nolak kalau aku ajak jalan. Bukannya mau show-off, but aku bisa mendapatkan perempuan yang aku mau kapan saja, tapi aku nggak mau perempuan yang mencintaiku karana harta kekayaanku.

Soal pacaran, aku tidak pernah punya berlangsung lama, karena aku salah gaul. Tiap-tiap wanita yang aku pacarin, semuanya mata duitan. Kalau tidak dibeliin barang ini, atau itu, marah deh, terus mau putus. Jadi sudah kira-kira 2 tahun aku tidak ada gandengan.
Terus satu hari, aku menang lotre $300. Aku pergi ngambil duitnya dari salah satu gedung lotre tersebut dan jalan menuju pulang. Waktu itu lagi agak dingin, salju lagi turun sedikit-sedikit. Terus, waktu lagi jalan, tiba-tiba ada suara “Excuse me, spare some change?” Aku lihat ke arah kiri, ada dua gadis lagi duduk di lantai depan Starbucks Cafe sambil tangannya di ulurkan ke arahku. Yang satu lagi hanya duduk merangkul kakinya.

“Duh kasihan banget” pikirku. Aku berhenti, meraba kantong celanaku, dan aku keluarkan 2 helai $5.
“Ini, silakan”, aku bilang.
“Terima kasih Mas,” kata gadis yang memegang uang.
“Terima kasih kembali” kataku lagi, sambil jalan pergi. Memang benar, setelah aku memberi uang tersebut, ada rasa yang hangat dalam hati. Sesampai di apartemen, aku cari sleeping bag bekas dan beberapa baju tebel. Tapi saya lupa kalau semuanya sudah kusumbang ke Salvation Army beberapa minggu yang lalu. Terus aku pikir, hmm, sudah mau natalan, teman-teman pada pulang ke Indonesia, aku nggak ada teman main.., gimana kalau aku undang saja tu cewek.

Lalu aku pergi ke tempat kedua gadis itu. Tapi mereka sudah nggak ada lagi. Aku lihat kiri dan kanan dan ternyata kedua gadis itu ada di depan McDonald’s, sambil megang kantong buat memesan makanan. Aku tunggu mereka di deket Starbucks Cafe, dan sewaktu mereka melihatku lagi, si gadis yang aku kasih uang tadi senyum padaku dan bilang “Hi, lagi ngapain Mas?, Traktir kita dong?” sambil tertawa.

Aku senyum saja “Oke, Nich beli aja”. Si cewek yang aku kasih duitnya, namanya Lily dan cewek yang satunya lagi ternyata adiknya, bernama Lianne. Lily berumur 17 dan Lianne berumur 14. Mereka datang dari kota lain dengan cara hitchhike. Aku jongkok dengan mereka, ngobrol-ngobrol sebentar, sambil nebeng makan kentang gorengnya yang di tawari Lianne.

Kurang lebih setengah jam kemudian, entah kemasukan apa, aku ajak mereka ke apartemenku untuk menginap. Mereka kaget. Pertamanya sih pada nggak mau, tapi abis aku yakinkan, bahwa aku tinggal sendirian, tidak ada teman dan bla bla bla, mereka akhirnya mau juga. Lanjut baca!


Cerita Ngewe Wanita Anal Tante Lina

Cerita Ngewe Wanita Anal Tante Lina

 Tradingan.com - Kejadian ini terjadi sekitar 6 tahun yang lalu, waktu itu aku masih berusia 24 tahun. Aku mempunyai seorang tante bernama Lina yang umurnya waktu itu 36 tahun. Tante Lina adalah adik dari Mamaku. Tante Lina sudah menjanda selama lima tahun. Dari perkawinan dia dengan almarhum suaminya tidak di karunia anak. Tante Lina sendiri melanjutkan usaha peninggalan dari almarhum suaminya. Dia tinggal di salah satu perumahan yang tidak jauh dari rumahku. Dia tinggal dengan seorang pembantunya, Mbak Sumi. Tante Lina ini orangnya menurutku seksi sekali. Payudaranya besar bulat dengan ukuran 36C, sedangkan tingginya sekitar 175 cm dengan kaki langsing seperti peragawati dan perutnya rata soalnya dia belum punya anak. Hal ini membuatku sering ke rumahnya dan betah berlama-lama kalau sedang ada waktu.


Dan sehari-harinya aku cuma mengobrol dengan tante Lina yang seksi ini dan dia itu orangnya supel benar tidak canggung cerita-cerita denganku. Dari cerita tante Lina bisa aku tebak bahwa dia itu orangnya kesepian sekali semenjak suaminya meninggal. Maka aku berupaya menemaninya dan sekalian ingin melihat tubuhnya yang seksi. Setiap kali aku melihat tubuhnya yang seksi, aku selalu terangsang dan aku lampiaskan dengan onani sambil membayangkan tubuhnya. Kadangkala timbul pikiran kotorku ingin bersetubuh dengannya tapi aku tidak berani berbuat macam-macam terhadap dia, aku takut nanti dia akan marah dan melaporkan ke orang tuaku.

Hari demi hari keinginanku untuk bisa mendapatkan tante Lina semakin kuat saja. Kadang-kadang kupergoki tante Lina saat nabis mandi, dia hanya memakai lilitan handuk saja. Melihatnya jantungku deg-degan rasanya, ingin segera membuka handuknya dan melahap habis tubuh seksinya itu. Kadang-kadang juga dia sering memanggilku ke kamarnya untuk mengancingkan bajunya dari belakang. Benar-benar memancing gairahku.

Sampai pada hari itu tepatnya malam minggu, aku sedang malas keluar bersama teman-teman dan aku pun pergi ke rumah Tante Lina. Sesampai di rumahnya, tante Lina baru akan bersiap makan dan sedang duduk di ruang tamu sambil membaca majalah. Kami pun saling bercerita, tiba-tiba hujan turun deras sekali dan Tante Lina memintaku menginap saja di rumahnya malam ini dan memintaku memberitahu orang tuaku bahwa aku akan menginap di rumahnya berhubung hujan deras sekali.

“Di, tante mau tidur dulu ya, udah ngantuk, kamu udah ngantuk belum?”, katanya sambil menguap.
“Belum tante”, jawabku.
“Oh ya tante, Andi boleh pakai komputernya nggak, mau cek email bentar”, tanyaku.
“Boleh, pakai aja” jawabnya lalu dia menuju ke kamarnya.

Lalu aku memakai komputer di ruang kerjanya dan mengakses situs porno. Dan terus terang tanpa sadar kukeluarkan kemaluanku yang sudah tegang sambil melihat gambar wanita setengah baya bugil. Kemudian kuelus-elus batang kemaluanku sampai tegang sekali berukuran sekitar 15 cm karena aku sudah terangsang sekali. Tanpa kusadari, tahu-tahu tante Lina masuk menyelonong begitu saja tanpa mengetuk pintu. Saking kagetnya aku tidak sempat lagi menutup batang kemaluanku yang sedang tegang itu. Tante Lina sempat terbelalak melihat batang kemaluanku yang sedang tegang hingga langsung saja dia bertanya sambil tersenyum manis.

“Hayyoo lagi ngapain kamu, Di?” tanyanya.
“Aah, nggak apa-apa tante lagi cek email” jawabku sekenanya. Tapi tante Lina sepertinya sadar kalau aku saat itu sedang mengelus-elus batang kemaluanku.
“Ada apa sih tante?” tanyaku.
“Aah nggak, tante cuma pengen ajak kamu temenin tante nonton di kamar” jawabnya.
“Oh ya sudah, nanti saya nyusul ya tante” jawabku.
“Tapi jangan lama-lama yah” kata Tante Lina lagi.

Setelah itu aku berupaya meredam ketegangan batang kemaluanku, lalu aku beranjak menuju ke kamar tante dan menemani tante Lina nonton film horor yang kebetulan juga banyak mengumbar adegan-adegan syur. Lanjut baca!


Kisah Threesome Anal Aku, Suami dan Makcik

Kisah Threesome Anal Aku, Suami dan Makcik

 Aopok.com - Sebenarnya aku dari Malaysia dan aku sangat tertarik dengan cerita yang kalian paparkan dalam ruangan ini lalu aku juga ingin berkongsi dengan kalian tentang pengalamanku dengan Auntieku sendiri, harap kalian dapat berikan komen mengenai pengalamanku ini melalui email aku. Kalau ada perkataan yang kalian tak faham, bolehlah kalian tanyakan kepada aku.

Bagi mereka yang telah bertemu dengan makcikku, sememangnya akan merasakan yang wajah dan perwatakannya langsung tidak memperlihatkan usia sebenarnya. Walaupun usianya sudah hampir mencecah 45 tahun, tidak keterlaluan jika aku katakan Auntie Liza, ia itu makcikku macam orang yang baru nak mencecah 35 tahun. Walaupun ada kalanya aku memasang angan-angan yang bercorak ‘x-rated’ apabila berhadapan denganya, aku terpaksa pendamkan saja memandangkan aku adalah anak saudaranya. Tambahan pula Auntie Liza telaHPun mempunyai tiga orang anak dan adalah tidak elok sekiranya aku memperlakukan sebarang perangai yang tidak elok padanya.


Tapi anggapan aku terhadap Auntie Liza berubah apabila aku tinggal bersama dengan pakcikku baru-baru ini. Tuan rumah aku inginkan rumah sewanya kembali dan memandangkan yang aku masih belum dapat rumah sewa yang baru, maka pacikku telah mengajak aku tinggal bersama-samanya sementara waktu. Suatu hari semasa pacikku keluar kerja, tinggallah aku bersama dengan Auntie Liza dirumah. Aku anggap ini perkara biasa saja sebab dia adalah makcikku. Nak dijadikan cerita, aku sedang makan sarapan didapur bila Auntie Liza keluar dari bilik air. Dia hanya berkemban.

Auntie Liza terpaksa lalu depan aku kerana bilik air terletak dibelakang dapur. Secara sepontan mataku terus memandang kegunung Auntie Liza semasa dia lalu didepanku. Mungkin menyedari pandanganku, Auntie Liza berhenti dan memandang ke arahku. Tergamam aku dan terus menundukkan kepala.
“Kenapa malu? Suka apa yang you nampak?” tanya Auntie Liza selamba.
Tanpa dapat aku menjawab, Auntie Liza terus berjalan ke arahku dan tanpa aku sedar, kainnya terus terlucut ke lantai. Sepasang buah dadanya yang besar menunding ke arahku. Mataku terus tertumpu pada bulu lebat yang menutupi cipapnya (vagina). Auntie Liza terus rapat dengan mukaku dan buah dadanya digeselkan ke mukaku. Semakin kencang nafasku. Dalam seluar, pennyku sudah semakin menegak dan tegang.

Auntie Liza terus memegang tanganku dan dibawanya kearah buah dadanya.
“Peganglah. Auntie tahu kau nak pegang”.
Pucuk dicita ulam mendatang. Tanpa melepaskan rezeki aku terus menjilat puting Auntie Liza yang sudah semakin menegang, sambil tanganku bermain-main di cipapnya. Perlahan-lahan cipapnya semakin basah dan jariku terus menusuk kedalam lubang keramatnya yang basah itu. Auntie Liza terus duduk diatas meja makan dengan kedua kakinya mengangkang luas. Tanpa berlengah lagi aku terus melucutkan seluarku dan menghalakan pennyku kearah lubang keramat Auntie Liza. Aku terus menusuk dengan penuh kenikmatan. Air cipap Auntie Liza mula membasahi telurku. Aku terus melajukan terjahan aku. Wajib baca!


Cerita Ngentot Anal, Memek dan Toket Tante Tobrut

Cerita Ngentot Anal, Memek dan Toket Tante Tobrut

 Tradingan.com - Aku seorang wanita karir yang cukup mapan, boleh dibilang karirku sudah mencapai tingkat tertinggi dari yang pernah kuimpikan. Tahun lalu aku memutuskan keluar dari pekerjaanku yang sangat baik itu, aku ingin memperbaiki rumah tanggaku yang berantakan karena selama 5 tahun ini aku dan suami tidak pernah berkomunikasi dengan baik sehingga kami masing-masing memiliki kegiatan di luar rumah sendiri-sendiri. Anak kami satu-satunya sekolah di luar negeri, kesempatan untuk berkomunikasi makin sedikit sampai akhirnya kuputuskan untuk memulai lagi hubungan dengan suamiku dari bawah. Tapi apa boleh buat semua malah berantakan, suamiku memilih cerai ketika aku sudah keluar dari karirku selama 3 bulan. Aku tak dapat menyalahkannya karena akupun tidak begitu antusias lagi setelah mengetahui dia mempunyai wanita simpanan, dan itu juga bukan salahnya maupun salahku. Kupikir itu adalah takdir yang harus kujalani.


Sekarang usiaku sudah 39 tahun dan aku tidak pernah bermimpi untuk menikah lagi, sehari-hari aku lebih banyak berjalan-jalan dengan teman, kadang-kadamg kami traveling untuk membunuh waktu belaka. Sejak 3 bulan yang lalu aku membiarkan salah seorang keponakanku untuk tinggal di rumahku, aku tergerak menolong orang tuanya yang mempunyai ekonomi pas-pasan sehingga untuk kost tentu memerlukan biaya yang mahal, sedangkan untuk bayar kuliah saja mereka sudah bekerja mati-matian. Keponakanku bernama Ajie, usianya sekitar 22 tahun, kubiarkan ia tinggal di salah satu kamar di lantai 2. Ajie sangat sopan dan tahu diri, jadi kupikir sangat menguntungkan ada seseorang yang dapat menjaga rumahku sewaktu aku dan teman-teman traveling. Tapi ternyata Ajie membawa berkah yang lain.

Pagi itu aku segan sekali bangun dari ranjang, baru kemarin malam aku kembali dari Thailand dan kebetulan hari itu adalah hari minggu, sehingga aku memutuskan akan tidur sepuas mungkin, semua pembatu libur pada hari minggu, mereka boleh kemana saja, aku tidak peduli asal jangan menganggu tidurku. Aku tergolek saja di ranjang, baju tidurku terbuat dari sutera tipis berwarna putih, kupandangi tubuhku yang mulai gempal, kupikir aku harus mulai senam lagi. Kulihat jam menunjukkan angka 10. Ah biarlah aku ingin tidur lagi, jadi aku mulai terkantuk-kantuk lagi. Tiba-tiba aku mendengar suara langkah kaki di depan pintu, lalu terdengar ketukan, aku diam saja, mungkin salah seorang pembantu ingin mengacau tidurku.
“Tante.., Tante..”, ooh ternyata suara Ajie. Mau apa dia? Aku masih diam tak menjawab, kubalikkan badanku sehingga aku tidur telentang, kupejamkan mataku, kedua tangan kumasukkan ke bawah bantal. Ketukan di pintu berulang lagi disertai panggilan.
“Persetan!”, pikirku sambil terus memejamkan mata. Tak lama kemudian aku kaget sendiri mendengar pegangan pintu diputar, kulirik sedikit melalui sudut mataku, kulihat pintu bergerak membuka pelan, lalu muncul kepala Ajie memandang ke arahku, aku pura-pura tidur, aku tak mau diganggu.
“Tante..?”, Suaranya berbisik, aku diam saja. Kupejamkan mataku makin erat.

Beberapa saat aku tidak mendengar apapun, tapi tiba-tiba aku tercekat ketika merasakan sesuatu di pahaku. Kuintip melalui sudut mata, astaga ternyata Ajie sudah berdiri di samping ranjangku, dan matanya sedang tertuju menatap tubuhku, tangannya memegang bagian bawah gaun tidurku, aku lupa sedang mengenakan baju tidur yang tipis apalagi dengan tidur telentang pula. Hatiku jadi berdebar-debar, kulihat Ajie menelan ludah, pelan-pelan tangannya menyingkap gaunku, hatiku makin berdebar tak karuan. Mau apa dia? Tapi aku terus pura-pura tidur.
“Tante..”, Suara Ajie terdengar keras, kupikir ia sedang ingin memastikan apakah tidurku betul-betul nyenyak atau tidak. Kuputuskan untuk terus pura-pura tidur. Kemudian kurasakan gaun tidurku tersingkap semua sampai leher, lalu kurasakan tangan Ajie mengelus bibirku, jantungku seperti melompat, aku mencoba tenang agar pemuda itu tidak curiga. Wajib baca!


Viral! Tukar Anus dan Memek Istri Ke Teman Gym 2

Viral! Tukar Anus dan Memek Istri Ke Teman Gym 2

 Piool.com - Budi setelah memarkir sedannya di garasi lalu menarik lenganku ke ruangan tengah dan langsung menciumiku. Aku yang belum terbiasa melakukannya di tempat terbuka agak kaget juga.

“Bud.., Bud, sabar.., ntar ketahuan orang lho..”, ujarku.
Budi cuma tersenyum dan bilang, “Her.., ini rumah gue sendiri, dan gue cuman tinggal sendiri di sini.., nggak ada orang lain selain pembantu doang”. Sambil mulai membuka bajuku. Budi menciumi leherku dengan nafsu yang membara. Lidahnya yang licin dan lincah itu menari-nari di seputar leher dan telingaku. Membuatku langsung terangsang dan tanpa sadar aku merintih, “Ahh.., hh.., ss.., Bud.., yes.., nikmat Bud”, tangankupun tak mau kalah dengan membuka kancing demi kancing kemeja Budi. Kami telah bertelanjang dada, aku mulai menciumi leher Budi juga. Budi kelihatannya memberiku kesempatan untuk menjelajahi badannya yang sempurna itu.



Aku angkat badan Budi dan kubopong ke ruangan kamar tidur yang tak jauh dari ruang tengah itu. Kutidurkan Budi perlahan-lahan di atas spring bed. Lalu kututup pintu kamar dan kuredupkan lampu kamarnya. Aku mulai membuka sepatu dan celana jeansku. Budi memperhatikan gerakanku ini dan juga ikut membuka sepatu dan celananya. Saat aku mau membuka celana dalamku, Budi menarik tubuhku dan menindihnya. Rupanya Budi telah telanjang bulat dan penisnya telah begitu keras menekan perutku. Budi memandangiku”, Herry, gue sukai loe saat pertama gue masuk gym itu!”, katanya dengan lembut.

Tangannya dengan lembut membelai rambutku dan mengusap wajahku sambil masih menindih tubuhku. Baru ini aku tertegun, Budi yang selama beberapa menit yang lalu begitu kasar dan nafsu, kini begitu lembut. Budi lalu menundukkan kepalanya dan mendekatkan mulutnya ke mulutku. Sentuhan bibirnya yang basah membuatku otomatis membuka dan meyambut dengan ciuman. Lidahnya mulai menjelajah mulutku dan akupun tak mau ketinggalan. Kami berciuman dengan mesranya dan tanganku mengusap dan meraba punggung Budi.



Ciuman mesra berubah menjadi nafsu yang membara, dengan merenggut rambutku, Budi menciumi wajahku dan leherku penuh nafsu. Jilatan lidahnya begitu maut, membuatku seakan berada di awan.., melayang. Hembusan nafasnya yang panas di telingaku membuat buluku berdiri.., merasakan nikmat yang sangat. Tangan Budi yang lain dengan nafsunya meremas-remas paha dan buah pantatku sambil tetap menekan nekankan penis tegangnya ke penisku yang juga telah mencapai ketegangan yang sangat keras sekali.

Budi dan aku merintih kenikmatan. Hampir semua bagian wajah dan leherku telah dijelajahi oleh ujung lidahnya yang basah itu, menimbulkan suara-suara yang merangsang.
“Ohh Bud.., nikmat Bud.., teruskan yeeaahh.., hh.., Bud.., teruskan Bud..”, rintihku.
“Ohh ok Her.., gue bikin eloe nikmat ntar.., sabar.., hh.., yess.., oohh”, rintih Budi sambil terus menjilati leherku. Budi makin bernafsu mendengar rintihanku. Lanjut baca!


Heboh! Tukar Anus dan Memek Istri Ke Teman Gym 1

Heboh! Tukar Anus dan Memek Istri Ke Teman Gym 1

 Aopok.com - Tidakkah kau lihat cowok model keren pada halaman 10 di majalah Fitness ini? Yah, yang sedang memakai celana renang bikini ketat itu. Aku mengenalnya sangat baik sampai sekarang.., sebentar, aku punya fotonya di dompetku.

Benar.., inilah dia sang model itu sedang bersamaku di bath tub di suatu hotel di Bandung, kurang lebih dua bulan yang lalu. Akan kuceritakan pertemuanku dengannya”.


Saat itu umurku baru mendekati 25 tahun dan aku telah berjanji pada diriku sendiri bahwa pada umur-umur ini aku harus membentuk badanku, baik lewat olahraga seperti tenis ataupun fitness. Aku memiliki tinggi badan 178cm dan berat 67kg, yang sebenarnya cukup proporsional buat seorang cowok. Teman-temanku bilang badanku sudah bagus dan atletis berkat aerobik yang kulakukan tiap pagi sebelum berangkat kerja. Tapi aku kepingin memiliki badan yang lebih atletis dan berotot seperti yang aku lihat di majalah-majalah fitness. Sehingga pada pagi hari itu, yang kebetulan hari Sabtu, aku memutuskan untuk pergi ke fitness center dekat rumahku di daerah Sukajadi, Bandung.

Setelah mengisi formulir dan membayar uang pendaftaran dan iuran bulan pertama, aku langsung mencoba alat-alat fitness yang ada di gym “LA” tersebut. Dengan bantuan instruktur fitness yang baik, aku dengan cepat bisa mempergunakan semua alat yang ada.

Setelah 2 bulan angkat beban dan menjaga latihan teratur seperti instruksi pelatih, aku mulai mendapatkan apa yang kuinginkan, perutku mulai menunjukkan lekukan-lekukan bentuk segiempat yang makin hari makin nampak keras. Bicep dan tricep pun mulai nampak dan bagian-bagian tubuh lainnya menunjukkan keindahan tubuhku. Saat berada di cafepun, banyak cewek maupun cowok yang mengagumi lekukan-lekukan tubuhku dibalik koas ketat yang kupakai, selain wajahku yang memang cakep. Aku semakin rajin pergi ke gym.



Saat aku mulai memasuki bulan ke 3 latihanku di gym LA, aku melihat seorang cowok baru yang juga berlatih. Dia kira-kira seumurku dan tingginya sama denganku. Melihat bentuk tubuhnya dibalik kaosnya, bisa membuat cewek maupun cowok tertegun mengaguminya. Dia sama sekali bukan orang baru di dunia fitness. Dia selalu melepas kaos ketatnya apabila selesai latihan. Melihat tubuhnya yang sangat atletis itu akupun tiba-tiba juga mengaguminya. Dia memiliki rambut hitam kelam yang sepanjang bahu dan selalu diikat saat latihan. Dia juga memiliki bulu-bulu halus di, Lanjut baca!


ad2

Chord dan Lirik

Explore Indonesia